Halaman WWW Phillip Mahnken |
||
![]() |
Selamat
datang |
![]() |
BIODATASelamat datang di pojok Web ini. Hamba ini sekarang menjadi dosen bahasa Indonesia di wilayah idaman, Sunshine Coast, di Queensland AUSTRALIA. Jangan sangka berarti saya pendukung Pauline Hanson lho. Malah sebaliknya aku paling benci rasisme. Hidup profesional maupun pribadi saya banyak yang berputar pada hubungan antarsuku, antarbahasa, internasional.Latarbelakang. Berkat seorang ibu yang lahir di negeri Jerman, aku sejak kecil selalu suka bahasa asing. Ibu dan nenek menghimbau saya dalam pelajaran bahasa Perancis dan Latin di sekolah. Waktu mau ke universitas sudah pasti akan belajar bahasa asing. Pada umur 17 tahun meninggalkan pulau dewata yang dingin (Tasmania) untuk belajar selama empat tahun di ibu kota nasional Australia yang lebih dingin lagi. Ikut program Kajian Asia termasuk tiga jurusan utama: Peradaban Asia Tenggara, Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa dan Sastra Perancis, selain satu tahun bahasa Belanda. Sesudah tamat, menyusul 14 tahun mengajar di sekolah-sekolah menengah dan dasar di Tasmania, tanah leluhur, tepatnya di kota Launceston. Ikut campur dalam pendidikan multikultural serta merekrut dan melatih guru-guru Tasmania yang lain untuk pengajaran bahasa Indonesia bersama dengan teman dekat yang penuh semangat, Ibu Umi Quor. Memimpin tiga rombongan siswa ke Bali dan Jawa. Tahun 1980 bertualang di Eropa. Tahun 1983 tinggal di Jakarta - pengalaman yang serba wah! Sepulang dari Indonesia, mulai belajar linguistik di bawah pakar yang maha humanis Doktor Thao Le. Tahun 1990 diajak pindah ke Universitas Tasmania untuk membina program bahasa Indonesia yang pertama di perguruan tinggi di Tasmania. Banyak keuntungannya bagi saya khususnya sesudah kedatangan Ismet Fanany sebagai kepala jurusan tahun 1993. Berkenalan dengan orang Padang seperti penulis Harris Effendi Thahar dan dosen tamu Jurlismen Radjad sangat menyenangkan selain memberi sempat memperdalam pengetahuan. Tahun 1997 pindah dengan isteri dan tiga cabang ke Queensland (akibat
kewalahan pimpinan universitas Tasmania). Lagi menekuni pengembangan Website
bahasa Indonesia yang raksasa yang merupakan sebagian dari penelitian doktoral
saya.
|
Hobi:
|
Penelitian Indonesian A and Indonesian B Unit-unit yang saya kelola di SCUC Sumber-sumber di WWW tentang Indonesia Sumber-sumber di WWW tentang bahasa, linguistik dan CALL |
Tempo dulu: Jalan utama desa Lilydale di Tasmania 100 tahun yang lalu |
Mengapa halaman ini berlatarbelakanag hijau? Tiga alasannya: hijau itu
adalah
1. warna Irlandia, tempat
asal keluarga sebagian nenek moyang saya
2. warna Tasmania - tanah
indah yang menderita resesi ekonomi sekarang
3. warna Islam,
agama banyak teman saya, agama yang patut dihormati dan diteliti, warna
harapan banyak orang Indonesia saat ini
To top of page Return to USC Indonesian Home Page Return to the USC Home Page Return to the USC-UNS Twinned websites